22 Jan 2013

Bersabar, sebuah Esensi dari Kesuksesan

Semua orang pasti menginginkan kesuksesan. Karena sukses merupakan tujuan, sukses merupakan finis dari semua strategi yang telah dirancang. Banyak orang yang telah sukses meraih cita-citanya sesuai harapan, namun tak sedikit pula orang yang tidak dapat sukses meraih cita-citanya atau bahkan tidak memungkinkan untuk dapat meraih cita-citanya. Namun, beberapa orang yang memiliki kesabaran akan selalu memiliki tekat dan pendirian yang teguh untuk selalu berusaha memperbaiki kesalahan dan terus bejuang untuk meraih kesuksesan.

Sumber Gambar: http://dwimauliddiana.files.wordpress.com/2012/10/images6.jpg

Kesabaran. Kesabaran memiliki kata dasar sabar yang berarti perbuatan berusaha untuk selalu mengendalikan diri dari segala faktor yang muncul sehingga menimbulkan ketenangan dan menghilangkan perasaan tergesa-gesa. Dalam berusaha mencapai cita-cita kita pasti tak bisa lepas dari adanya godaan. Ada saatnya kita pada posisi yang lemah, lengah, ataupun saat lalai, godaan ini akan datang menyerang kita. Godaan ini sangatlah banya wujudnya. Ada yang berwujud kemalasan, penundaan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, menyepelekan prioritas, dan banyak lagi yang lain. Dan di sinilah kesabaran kita diuji. Seberapa kuat kita mampu lari, atau paling tidak kita mampu bertahan dari godaan-godaan itu.

Bermacam-macam tingkat kesabaran pada setiap manusia. Mungkin saat anak-anak, kita dulu belum telalu mengerti akan kesabaran, namun sayangnya hal ini tidak mengenal usia. Karena orang dewasapun saat lengah dapat saja kehilangan kesabarannya. Tergantung bagaimana setiap orang mampu memahami dan mempertahankan makna sebenarnya dari kesabaran tersebut. Sabar merupakan aplikasi dari sifat kedewasaan dan kebijakan dari manusia itu sendiri.

Dan SEKARANG. Marilah kita berintrospeksi, menanyai diri kita sendiri.Apakah kita sudah punya sifat sabar? Apa kita sudah mampu mengaplikasikan sifat ini dalam setiap permasalahan yang muncul dalam kehidupan kita? Apa kita sudah mampu menghindar, melawan godaan, hingga bangkit dalam keterpurukan dengan BERSABAR? Hanyalah jati diri kita yang mampu menjawabnya. Jujurlah pada diri sendiri.
Advertisement
Disqus Comments